CERITA BIJAKSANA
Sardin
(13709251053)
PPs
Pend. Matematika Kelas C
Assalamu
alaikum wr.wb
bijak adalah suatu cerminan sikap dan
prilaku seseorang terhadap sesuatu yang ia lihat berdasarkan apa yang ada
dipikirannya secara tepat dalam situasi dan kondisi seperti apapun dan bersifat
objektif serta mampu mengambil makna/pelajaran penting dari apa yang
dilakukannya. Dengan kata lain orang yang bijak adalah orang yang mampu
mengambil keputusan dengan tepat baik secara langsung maupun tidak langsung
tanpa memihak secara adil dan objektif.
orang bijak dapat juga dilihat dari
tutur bahasanya apakah bahasanya itu dapat dimengerti oleh orang lain atau
tidak, bersikap bijak tentunya tergantung dari dimensi mana kita berbicara,
kita bijak kepada anak kecil tentunya akan beda, dengan remaja, kita bijak
dengan anak remaja tentunya beda dengan orang dewasa dan seterusnya.
saya sependapata dengan elegi ini bahwa
orang timur tentang bijak yakni kalimat "Maka "bijak" di Timur
itu kenthal dengan nuansa atau merupakan aspek dari unsur kekuasaan. Kuasa di
Timur, itu berelasi dengan Kerajaan-kerajaan. Maka itulah faktanya bahwa
sejarah Timur itu diturunkan oleh Kerajaan-kerajaan" ini sejalan dengan
cerita kerajaan berikut ini tentunya cerita ini dari salah satu kerjaan di
kawasan timur.
"Penasehat
Yang Bijak"
Konon ceritanya seorang raja mempunyai
penasihat raja (perdana mentri) yang sangat bijaksana apapun yang dikatakan
oleh penasihat selalu di ikuti dan didengarkan oleh raja, dan ada yang menjadi
kata kunci sehingga raja mempercayai pensehatnya ini yakni, "apapun yang
terjadi sesungguhnya itu adalah pilhan Allah SWT yang baik" sehingga pada
suatu saat salah satu jari tangan sang raja terpotong sehingga sebagian jarinya
putus, maka tatkala dia meminta pendapat kepada penasihat nya maka sang penasehat
berkata maka sesungguhnya dengan putusnya jari tanganmu itu adalah yang terbaik
menurut Allah SWT, saat mendengar perkataan penasehatnya itu maka sang raja
geram, marah, kesal..dst "jari tangan saya ini putus masih kamu katakan
baik juga" maka sang raja memanggil pengawalnya, pengawal penjarakan sang
penasehat ini kali ini aku tak suka nasehatnya. maka penasehat pun tak punya
daya dan upaya hanya mengatakan jika ini pilihan Allah SWT maka penjarahlah yg
terbaik. pada suatu hari raja pergi berburuh di hutan jauh dari kerjaannya dan
ditemani oleh pengawalnya yang banyak, sampai di hutan sang raja dan
pengawalnya di tangkap oleh penghuni hutan itu, dan kemudian satu persatu di
penggal kepalaanya untuk dijadikan tumbal sesembahan dewa mereka, maka tiba
giliran sang raja didapatinya jari tangan sang raja putus sehingga manusia
hutan itu berpendapat bahwa tumbal yg ini cacat dan sang dewa tidak suka tumbal
yg cacat, maka sang raja dibebaskan dan pulang ke kerajaannya, sampai
dikerajaannya memanggil pengawalnya untuk membebaskan penasehatnya tadi, dan
sang raja pun bercerita kpd penasehatnya ttg kejadian yang baru dialaminya
serta merasa menyesal dan bersyukur mempunyai penasehat yang bijak, namun sang
raja masih heran dan bertanya mengapa dipenjarapun kamu masih pengatakan bahwa
penjara itu adalah yang terbaik pilihan Allah, penasehat menjawab
"ia" dan jika aku tidak dipenjarah pasti saya akan ikut bersama raja
untuk berburuh dan pasti aku ditangkap dan dijadikan tumbal.
semoga kita menjadi orang yang bijak
kepada siapapun, dan mudah-mudahan kita terhindar dari perbuatan sombong...
aammmiinnn
terima
kasih
wassalamu
alaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar