Senin, 10 Oktober 2016

CERITA BIJAKSANA



CERITA BIJAKSANA

Sardin (13709251053)
PPs Pend. Matematika Kelas C

Assalamu alaikum wr.wb
bijak adalah suatu cerminan sikap dan prilaku seseorang terhadap sesuatu yang ia lihat berdasarkan apa yang ada dipikirannya secara tepat dalam situasi dan kondisi seperti apapun dan bersifat objektif serta mampu mengambil makna/pelajaran penting dari apa yang dilakukannya. Dengan kata lain orang yang bijak adalah orang yang mampu mengambil keputusan dengan tepat baik secara langsung maupun tidak langsung tanpa memihak secara adil dan objektif.
orang bijak dapat juga dilihat dari tutur bahasanya apakah bahasanya itu dapat dimengerti oleh orang lain atau tidak, bersikap bijak tentunya tergantung dari dimensi mana kita berbicara, kita bijak kepada anak kecil tentunya akan beda, dengan remaja, kita bijak dengan anak remaja tentunya beda dengan orang dewasa dan seterusnya.

saya sependapata dengan elegi ini bahwa orang timur tentang bijak yakni kalimat "Maka "bijak" di Timur itu kenthal dengan nuansa atau merupakan aspek dari unsur kekuasaan. Kuasa di Timur, itu berelasi dengan Kerajaan-kerajaan. Maka itulah faktanya bahwa sejarah Timur itu diturunkan oleh Kerajaan-kerajaan" ini sejalan dengan cerita kerajaan berikut ini tentunya cerita ini dari salah satu kerjaan di kawasan timur.

"Penasehat Yang Bijak"

Konon ceritanya seorang raja mempunyai penasihat raja (perdana mentri) yang sangat bijaksana apapun yang dikatakan oleh penasihat selalu di ikuti dan didengarkan oleh raja, dan ada yang menjadi kata kunci sehingga raja mempercayai pensehatnya ini yakni, "apapun yang terjadi sesungguhnya itu adalah pilhan Allah SWT yang baik" sehingga pada suatu saat salah satu jari tangan sang raja terpotong sehingga sebagian jarinya putus, maka tatkala dia meminta pendapat kepada penasihat nya maka sang penasehat berkata maka sesungguhnya dengan putusnya jari tanganmu itu adalah yang terbaik menurut Allah SWT, saat mendengar perkataan penasehatnya itu maka sang raja geram, marah, kesal..dst "jari tangan saya ini putus masih kamu katakan baik juga" maka sang raja memanggil pengawalnya, pengawal penjarakan sang penasehat ini kali ini aku tak suka nasehatnya. maka penasehat pun tak punya daya dan upaya hanya mengatakan jika ini pilihan Allah SWT maka penjarahlah yg terbaik. pada suatu hari raja pergi berburuh di hutan jauh dari kerjaannya dan ditemani oleh pengawalnya yang banyak, sampai di hutan sang raja dan pengawalnya di tangkap oleh penghuni hutan itu, dan kemudian satu persatu di penggal kepalaanya untuk dijadikan tumbal sesembahan dewa mereka, maka tiba giliran sang raja didapatinya jari tangan sang raja putus sehingga manusia hutan itu berpendapat bahwa tumbal yg ini cacat dan sang dewa tidak suka tumbal yg cacat, maka sang raja dibebaskan dan pulang ke kerajaannya, sampai dikerajaannya memanggil pengawalnya untuk membebaskan penasehatnya tadi, dan sang raja pun bercerita kpd penasehatnya ttg kejadian yang baru dialaminya serta merasa menyesal dan bersyukur mempunyai penasehat yang bijak, namun sang raja masih heran dan bertanya mengapa dipenjarapun kamu masih pengatakan bahwa penjara itu adalah yang terbaik pilihan Allah, penasehat menjawab "ia" dan jika aku tidak dipenjarah pasti saya akan ikut bersama raja untuk berburuh dan pasti aku ditangkap dan dijadikan tumbal.

semoga kita menjadi orang yang bijak kepada siapapun, dan mudah-mudahan kita terhindar dari perbuatan sombong... aammmiinnn

terima kasih
wassalamu alaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar